PETI di Sungai Betung Masih Berlangsung, Warga Keluhkan Dampak Lingkungan
![]() |
| Ket. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Rabu (17/6). Foto. (D74). |
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan aktivitas tersebut. Menurutnya, penambangan emas ilegal itu berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan, terutama sumber air yang masih digunakan masyarakat.
“Aktivitas tambang ini sangat mengganggu dan berdampak pada lingkungan, terutama air bersih yang digunakan warga,” ujarnya. Rabu (17/6).
Ia menjelaskan, pengerukan tanah di sekitar bantaran sungai menyebabkan sedimentasi dan penumpukan material yang berpotensi mengganggu aliran sungai. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperburuk kualitas air dan ekosistem sungai.
“Akibat pengerukan, material tanah masuk ke sungai dan mulai mengganggu kondisi aliran air yang masih dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Sumber juga menyebutkan, sebelumnya terdapat tiga unit excavator yang beroperasi di lokasi. Namun, dua unit di antaranya telah ditarik keluar dari area tambang. Ia menduga alat berat tersebut terkait dengan dua pengusaha yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan berinisial AL dan AS.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dengan melakukan langkah preventif serta penyelidikan guna menegakkan hukum.
“Baik, terima kasih atas informasinya. Kami akan menindaklanjuti dengan melakukan tindakan preventif dan penyelidikan guna penegakan hukum terhadap kegiatan tersebut,” ujarnya. (Dani D74)

Posting Komentar