SPBU Sungai Laur “Masuk Sekolah” Usai Diduga Ada Praktik Tangki Pipis Diam-Diam
![]() |
| Caption: Tampak Depan “SPBU Dalam Masa Pembinaan Pertamina Patra Niaga”. Foto. (Ist). |
Ketapang, KALBAR D74 – Warga Sungai Laur mendadak kehilangan tempat nongkrong favorit kendaraan bermotor setelah SPBU setempat resmi “libur belajar” alias masuk masa pembinaan oleh Pertamina Patra Niaga.
Keputusan itu muncul tak lama setelah viral video dugaan aksi “kencing” tangki, di mana mobil tangki merah putih diduga tertangkap basah sedang berbagi isi perut dengan tangki industri di lokasi yang sunyi, jauh dari keramaian.
Di depan SPBU kini terpampang spanduk bertuliskan “SPBU Dalam Masa Pembinaan Pertamina Patra Niaga”. Bahasa halusnya: lagi diperiksa, jangan ganggu dulu.
Warga yang biasanya isi BBM di lokasi tersebut kini diarahkan ke SPBU Simpang Dua dan SPBU Sandai. Sebagian pengendara mengaku bingung, sebagian lagi sibuk jadi detektif dadakan di media sosial.
“Kalau memang cuma salah parkir, kenapa sampai tutup?” tulis salah satu netizen yang mendadak jadi analis migas independen.
Dalam video yang viral, tampak dugaan pemindahan BBM dilakukan secara senyap di kawasan sepi. Publik pun ramai-ramai menyebut praktik itu sebagai “pipis tangki”, istilah legendaris yang sudah lama beredar di kalangan sopir dan netizen +62.
Pertamina sendiri tak tinggal diam. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan pihaknya bakal bertindak tegas jika dugaan pelanggaran terbukti benar.
“Kalau terbukti melanggar, awak mobil tangki bisa kena PHK dan perusahaan transportir juga akan diberi sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina, M. Fadlan, memastikan tim sudah turun ke lapangan untuk menyelidiki video viral tersebut.
“Kalau ada unsur pidana, kita serahkan ke polisi. Kalau SPBU terlibat, pasti ditindak,” ujarnya.
Di media sosial, publik justru ramai membahas kreativitas modus distribusi BBM ilegal yang disebut-sebut makin canggih. Ada yang bercanda kalau BBM sekarang bukan cuma bisa menguap, tapi juga “jalan sendiri” ke tangki lain.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait siapa pihak yang bertanggung jawab ataupun apakah benar terjadi penyimpangan distribusi BBM subsidi. Semua masih dalam tahap penyelidikan.
Satu hal yang pasti, warga berharap BBM subsidi benar-benar sampai ke rakyat, bukan malah sibuk “berpetualang” dulu sebelum masuk nozzle SPBU. (Redaksi).

Posting Komentar