News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Ada Penyelewengan Solar Subsidi, Mobil Tangki Pertamina Terekam Bongkar Muatan di Ketapang

Diduga Ada Penyelewengan Solar Subsidi, Mobil Tangki Pertamina Terekam Bongkar Muatan di Ketapang

 

Capt. 
Video Viral Dugaan penyelewengan BBM subsidi. Foto. (Ist). 
Ketapang, KALBAR D74 – Dugaan penyelewengan BBM subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai praktik pemindahan muatan solar subsidi dari mobil tangki resmi penyalur Pertamina.

Dalam rekaman video tersebut tampak sebuah mobil tangki merah putih bertuliskan Pertamina Patra Niaga dengan nomor polisi KB 9330 FP dan kode lambung 135 diduga sedang membongkar muatan kepada dua mobil tangki berwarna biru putih bernopol KB 8575 MN dan KB 8247. Selain itu, sebuah mobil pickup Daihatsu KB 8973 WA juga terlihat berada di lokasi kejadian.

Video tersebut memicu perhatian masyarakat karena BBM yang diduga merupakan solar subsidi itu disebut memiliki Delivery Order (DO) dengan tujuan distribusi ke SPBU 64.788.16 Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang.

Dalam rekaman, terdengar suara perekam yang menyebut nama perusahaan dan dugaan tujuan distribusi BBM tersebut.

“PT Elnusa Petrovit, 16.000 liter plat 9330 FP lagi bongkar ke tangki industri Putra Petro Borneo. Dua unit mobil, KB 8575 MN dan 8247,” ujar suara dalam video.

Hingga kini, lokasi pasti aktivitas tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, video yang beredar luas itu langsung menuai reaksi keras masyarakat karena solar subsidi dinilai sering sulit diperoleh oleh para sopir angkutan dan masyarakat di wilayah Sungai Laur.

Sejumlah sopir ekspedisi mengaku kerap tidak mendapatkan solar subsidi saat melakukan pengisian di SPBU setempat.

“Sering kosong kalau kami mau isi. Susah dapat solar, padahal kuotanya katanya besar,” ujar seorang sopir.

Informasi yang berkembang menyebut SPBU tersebut diduga menerima pasokan BBM dalam jumlah besar setiap bulannya. Namun di lapangan, ketersediaan solar subsidi disebut sering mengalami kelangkaan.

Situasi di lokasi kejadian juga disebut sempat memanas. Awak media yang mencoba mendokumentasikan aktivitas tersebut diduga mengalami intimidasi hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan sejumlah oknum di lokasi.

Sebelumnya, tim media juga mengaku pernah menemukan dugaan distribusi BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar menuju wilayah Kecamatan Nanga Tayap.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengurus SPBU yang disebut bernama Robi belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Jika dugaan tersebut terbukti benar, praktik itu berpotensi melanggar aturan distribusi BBM subsidi dan merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi pemerintah. Publik pun mendesak pihak terkait, termasuk Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan tersebut. (Vr/Penyunting: Redaksi). 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar